Maal Hijrah atau Awal Muharram adalah suatu tarikh yang penting bagi umat Islam kerana pada tarikh tu berlaku penghijrahan Nabi Muhammad dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 masihi.
Tanggal 25hb Oktober 2014, Sabtu nie kalender Islam beralih tahun ke 1 Muharram 1436. Jom pakat-pakat berubah ke arah yang lebih baik.
Bolehlah melakukan amalan sunat menyambut kedatangan tahun baru hijrah seperti berdoa akhir tahun pada hari terakhir bulan Zulhijjah selepas Asar dan berdoa awal tahun pada 1 Muharram selepas Maghrib dan juga berpuasa sunat hari terakhir Zulhijjah dan juga hari pertama Muharram.
Tingkatkan amalan-amalan kebaikan dan jauhkan segala kemungkaran. Jangan pula sebelum nie bela kucing tetiba masuk tahun baru bela anjing pulak (ustaz cerita lain dia paham lain).
Bilakah penetapan kalender Hijrah dilakukan? Baca artikel kat bawah.
~~~~~~~~~~~*****~~~~~~~~~~
SEJARAH PENANGGALAN TAHUN HIJRIAH
Sampai saat wafat Rasulullah saw belum
ada penetapan kalender Islam yang dipakai sebagai patokan penanggalan.
Pada waktu itu, catatan yang dipergunakan kaum muslim belum seragam. Ada
yang memakai tahun gajah, peristiwa bersejarah, yaitu tahun penyerangan
Abrahah terhadap ka’bah dan kebetulan pada saat itu bertepatan dengan
tanggal kelahiran Rasulullah saw. Ada pula yang menggunakan tahun
diutusnya Rasulullah saw sebagai nabi, atau awal penerimaan wahyu. yang
penting mereka belum mempunyai penanggalan yang tetap dan seragam. Pada
zaman khalifah Abubakar ra sudah mulai para sahabat melontarkan gagasan
tentang perlunya adanya penanggalan. tapi belum pula diterapkan.
Penetapan
penanggalan yang dipakai oleh umat Islam dimulai pada zaman khalifah
Umar ra. Menurut keterangannya, ide ini diterapkan setelah beliau
menerima sepucuk surat dari Abu Musa al-asy’ari yang menjadi gubernur di
Bashrah, isinya menyatakan ”Kami telah banyak menerima surat perintah
dari anda tapi kami tidak tahu kapan kami harus lakukan. Ia bertanggal
Sya’ban, namum kami tidah tahu Sya’ban yang mana yang dimaksudkan?”
Rupanya
surat Abu Musa diterima oleh khalifah Umar ra sebagai saran halus
tentang perlu ditetapkannya satu penanggalan (kalender) yang seragam
yang dipergunakan sebagai tanggal bagi umat Islam.
Budaya
penanggalan ini rupanya belum ada dalam Islam sedangkan penanggalan
Masehi sudah diterapkan sebelum adanya Islam beberapa abad lalu. Tapi
Islam adalah agama yang menerima budaya dari luar semasih budaya itu
baik dan tidak bertentangan dan keluar dari rel agama. contohnya; disaat
Rasulullah saw berada di Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi
berpuasa pada tanggal 10 muharam. Beliau bertanya kenapa mereka
berpuasa. Lalu dijawab karena hari itu nabi Musa as diselamatkan dari
serangan Fir'aun. Rasulullah saw mejawab “kita lebih utama dari mereka
atas nabi Musa”. Maka beliau menganjurkan umat Islam untuk berpuasa, dan
dianjurkan pula berpuasa sebelumnya atau sesudahnya. Tujuanya untuk
tidak bertasyabbuh (menyamakan) dengan Yahudi. Contoh lain, disaat
Rasulullah saw mengirim surat kepada penguasa dunia, beliau disarankan
untuk membubuhi surat-surat beliau dengan stempel, karena mereka tidak
mau menerima surat-surat kecuali ada stempelnya. Nabi pun menerima saran
tersebut. Lalu beliau membuat stempel yang berupa cincin tertulis
“Muhammad Rasulullah”.
Kemudian
khalifah Umar ra menggelar musyawarah dengan semua sahabat Nabi saw
untuk menetapkan apa yang sebaiknya dipergunakan dalam menentukan
permulaan tahun Islam. Dalam pertemuan itu ada empat usul yang
dikemukakan untuk menetapkan penanggalan Islam, yaitu :
1. Dihitung dari mulai kelahiran nabi Muhammad Saw
2. Dihitung dari mulai wafat Rasulullah saw
3. Dihitung dari hari Rasulullah saw menerima wahyu pertama di gua Hira
4. Dihitung mulai dari tanggal dan bulan Rasulullah melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah
Usul
pertama, kedua dan ketiga ditolak dan usul yang terakhir merupakan usul
yang diterima suara banyak. Usul ini diajukan oleh imam Ali bin Abi
Thalib ra. Akhirnya, disepakatilah agar penanggalan Islam ditetapkan
berdasarkan hijrah Rasulullah saw dari Mekkah ke Medinah.
Ketika
para sahabat sepakat menjadikan hijrah Nabi saw sebagai permulaan
kalender Islam, timbul persoalan baru di kalangan mereka tentang
permulaan bulan kalender itu. Ada yang mengusulkan bulan Rabiul Awal
(sebagai bulan hijrahnya Rasulullah saw ke Medinah). Namun ada pula yang
mengusulkan bulan Muharram. Akhirnya khalifah Umar ra memutuskan awal
bulan Muharam tahun 1 Islam/Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli
622 M. Dengan demikian, antara permulaan hijrah Nabi sa dan permulaan
kalender Islam terdapat jarak sekitar 82 hari.
Jadi,
peristiwa penetapan kalender Islam oleh khalifah Umar ra ini terjadi
tahun ke 17 sesudah hijrah atau pada tahun ke-4 dari kekhalifahan
beliau.
Dari latar belakang sejarah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa :
- Penetapan
bulan Muharram oleh Umar bin khattab ra sebagai permulaan tahun hijriah
tidak didasarkan atas peringatan peristiwa hijrah Nabi. Buktinya beliau
tidak menetapkan bulan Rabiul Awwal (bulan hijrahnya Rasulullah saw ke
Medinah) sebagai permulaan bulan pada kalender hijriah. Lebih jauh dari
itu, beliau pun tidak pernah mengadakan peringatan tahun baru hijriah,
baik tiap bulam Muharram maupun Rabiul Awwal, selama kekhalifahannya.
- Peringatan
tahun baru hijriah pada bulan Muharram dengan alasan memperingati
hijrah nabi ke Madinah merupakan hal yang kurang pas, karena Rasulullah
saw hijrah pada bulan Rabiul Awwal bukan bulan Muharram.
- Menyelenggarakan
berbagai bentuk acara dan upacara untuk menyambut tahun baru hijriah
dengan begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada
detik-detik memasuki tahun baru adalah hal yang tidak pernah disarankan
agama.
Sejarah penetapan Tahun Hijrah di ambil dari :
darussholihinattaufiqi.weebly.com